Senin, 14 Desember 2009

Sampah dan cara penanggulangannya

SAMPAH DAN CARA PENANGGGULANGANNYA
baca dg seksama OK!!

Sampah membutuhkan waktu cukup lama untuk terurai oleh alam. Gelas atau kaca misalnya, butuh ratusan tahun untuk terurai. Lebih parah lagi, sebagian sampah seperti styrofoam tidak dapat terurai dan mengandung bahan berbahaya gelas atau kaca, adalah sampah yang paling lama terurai, disusul kaleng yang membutuhkan 80-100 tahun untuk terurai, kemudian plastik yang terurai dalam 50-80 tahun, kertas, 2-5 bulan, dan yang paling mudah terurai adalah sampah organik yang membutuhkan minimal satu bulan. Sayangnya, belum banyak masyarakat yang tahu lamanya sampah-sampah ini terurai.
Menghilangkan tumpukan sampah dengan membakarnya bukanlah cara yang tepat. Jika sampah dibakar di bawah suhu 600 derajat celsius, pembakarannya dapat menghasilkan senyawa dioksin dan furan yang menyebabkan kanker. Namun, tumpukan sampah jika dibiarkan juga dapat menghasilkan gas metana yang dua kali lebih berbahaya dari karbon dioksida. Satu ton tumpukan sampah padat dapat menghasilkan 62 meter kubik gas metana. Lantas apa cara yang tepat mengatasi sampah?
sampah bisa diatasi menggunakan rumus 5R yakni, reduce, reuse, recycle, replace, dan rethink. Dengan reduce atau mengurangi sampah, kita turut mengurangi kemungkinan banjir. Dengan reuse atau menggunakan kembali barang-barang seperti menggunakan kembali kantong belanjaan, hal itu dapat memperpanjang masa pakai sampah.
Selanjutnya, lakukan recycle atau mendaur ulang sampah untuk dijadikan barang baru seperti daur ulang kertas atau plastik, atau memanfaatkan plastik kemasan deterjen sebagai pot tanaman. Kemudian, replace, yaitu mulai mengganti barang sekali pakai dan barang yang tidak ramah lingkungan dengan barang yang dapat didaur ulang. Misalnya mengganti sendok plastik dengan sendok aluminium. Terakhir, lakukan rethink, yakni memikirkan kembali keputusan kita dalam membeli atau menggunakan barang. Pada saat berbelanja, sebaiknya memilih barang yang tidak boros kemasan dan ramah lingkungan seperti barang yang dikemas karton.

0 komentar:

Posting Komentar